Senin, 08 Juli 2013

ISTILAH-ISTILAH EKONOMI

ISTILAH-ISTILAH EKONOMI DALAM BAHASA INDONESIA


1.       Kurva Permintaan Agregat, Kurva AD
Yaitu : Menghubungkan jumlah total output yang akan diminta dengan tingkat harga output itu.

2.       Kurva penawaran agregat, kurva AS
Yaitu : Menghubungkan jumlah total output yang akan diproduksi dengan harga output itu.

3.       Konsumsi (consumption)
Yaitu : Tindakan menggunakan komoditi baik barang maupun jasa.

4.       Kebijakan fiscal (fiscal policy)
Yaitu : Penggunaan kegiatan menaikan pendapatan dan kegiatan pengeluaran yang dilakukan pemerintah dalam usahanya mempengaruhi variable makro seperti GNP dan lapangan kerja.

5.       Kebijakan pendapatan (incomes policy) 
Yaitu : Setiap campur tangan langsung oleh pemerintah untuk mempengaruhi pembentukan upah dan tenaga kerja.

6.       Kurva permintaan (demand curve)
Yaitu : Grafik yang menggambarkan hubungan antara kuantitas komoditi tertentu yang akan dibeli selama periode waktu tertentu dengan harga komoditi tersebut.

7.       Kuota impor (import quotas)
Yaitu : Batas yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai kuantitas komoditi asing yang masuk ke negeri itu selama periode tertentu.

8.       Likuiditas (Liquidity)
Yaitu : Tingkat kemudahan dan kepastian sutu harta untuk dicairkan menjadi alat tukar dalam sistem ekonomi.

9.       Ekonomi Makro (Macro Economics)
Yaitu : studi tentang penentuan ekonomi agregat dan rata-rata, seperti total output, total kesempatan kerja, tingkat harga dan laju pertumbuhan ekonomi.

10.   Ekonomi Mikro (Micro Economics)
Yaitu : Studi tentang alokasi sumber-sumber dan distribusi pendapatan yang keduanya dipengaruhi oleh bekerjanya sistem hanya serta kebijakn pemerintah.

11.   Modal Uang (Money Capital)
Yaitu : dana yang digunakan untuk membiayai perusahaan, meliputi harta dan hutang.

12.   Jumlah Uang Beredar (Money Supply)
Yaitu : total kuantitas uang dalam perekonomian pada satu waktu tertentu.

13.   Monopoli (Monopoly)
Yaitu : situasi pasar yang output pasar industrinya dikontrol oleh penjual tunggal.
14.   Monopsoni (Monopsony)
Yaitu : situasi pasar yang didalamnya hanya terdapat pembeli tunggal.

15.   Produksi (Production)
Yaitu : tindakan dalam membuat komoditi; baik barang maupun jasa.

16.   Produktifitas (Productivity)
Yaitu : produksi output yang dihasilkan oleh setiap sumberdaya input; sering digunakan untuk menunjukkan produktivitas tenaga kerja yang diukur oleh output per jam kerja atau output per pekerja.

17.   Keuntungan/Laba (Profit)
Yaitu : dalam pemakaian umum, perbedaan antar nilai output dan nilai input.

18.   Mandat (Proxy)
Yaitu : suatu dokumen resmi dari pemegang saham yang memberikan wewenang kepada orang lain untuk memberikan hak suara dalam suatu rapat perusahaan.

19.   Pendapatan (Revenue)
Yaitu : peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban yang timbul dalam periode akuntansi.

20.   Tabungan (Saving)
Yaitu : seluruh pendapatan disposibel yang tidak digunakan untuk konsumsi barang dan jasa.



Kamis, 09 Mei 2013

DIRECT AND INDIRECT


1.      Jim said, “Iam sleepy”. Jim said (that) “He was sleepy”
2.      Sally said, “I don’t like chocolate”. Sally said (that) “She didn’t like chocolate”
3.      Marry said, “I am planning to take a trip”. Marry said (that) “She was planning to take a trip”
4.      Tom said, “I have already eaten lunch”. Tom said (that) “He had already eaten lunch”
5.      Kate said, “I called my doctor”. Kate said (that) “She had called my doctor”
6.      Mr. Rice said, “I’m going to go to chicago”. Mr. Rice said (that) “He was going to go to chicago”
7.       Eric said, “I will come to the meeting”. Eric said (that) “He would come to the meeting”
8.      Jean said, “I can’t affrod to buy a new car”. Jean said (that) “She couldn’t affrod to buy a new car”
9.      Jessica said, “I may go to the library”. Jessica said (that) “She might go to the library”
10.  Ted said, “I have to finish my work”. Ted said (that) “He had to finish my work”
11.  Ms. Young said, “I must talk to proffesor reed”. Ms. Young said (that) “She had talk to proffesor reed”
12.  Alice said, “I should visit my aunt and uncle”. Alice said (that) “She should visit her aunt and uncle”

conjuntions


conjuntion

CONJUNCTION
A. Pengertian
A conjunction (conj/cnj) merupakan salah satu macam kata yang menghubungkan 2 item (kata, kalimat, frasa, atau  klausa) secara bersama-sama.
Dalam bahasa Indonesia ‘conjunction’ disebut juga sebagai kata penghubung, perangkai, ataupun kata sambung.
B. Bentuk-bentuk conjunctions/ kata penghubung
1.   Coordinating conjunction
Coordinating conjunctions, juga dipanggil ‘coordinators’, merupakan kata penghubung yang menghubungkan dua atau lebih kata, klausa, ataupun kalimat, yang mempunyai bentuk sintaksis (aturan dalam hal pembuatan kalimat) yang sama. Contoh-contoh kata penghubung coordinating yaitu: for, and, but, or, and so. Untuk memudahkan dalam menghafalnya biasa disingkat FANBOYS.
 Arti dan contoh dalam kalimat:
a.    For yang berarti ‘karena.’
 Contoh : – Imamsyah Al-Hadi always keeps the lights on, for he is afraid of sleeping in the dark.
               – A chew is used for cutting wood.
               – I can’t do this sum for it’s too difficult.
b.   And yang berarti ‘dan.’
Contoh : – My sister lives in South Sulawesi, and my brother lives in North Sulawesi.
               – He locked the door and then went to bed.
               – Ali doesn’t enjoy learning English , nor does he enjoy football.    
c.   But yang berarti ‘tetapi.’
Contoh : – Muh. Imran enjoys learning English, but he doesn’t enjoy playing football.
               - My shoes are old but comfortable.
              – Susan can swim but Gina can’t.
d.    Or yang berarti ‘atau.’
Contoh : – Next month I will go to my hometown, or I may just stay in Makassar.
               – Next month I will go to my hometown or may just stay in Makassar.
              – You can go out or stay at home.
e.      So yang berarti ‘jadi/ oleh karena itu.’
Contoh : – I have a dream to go abgroad, so I have to study English more.
               - John is ill, so he can’t go to school.
2.   Correlative conjunction
Correlative conjunctions, juga biasa disebut ‘paired conjunctions’,  merupakan kata penghubung yang berpasangan yang menyerasikan atau melaraskan 2 item (kata, kalimat, frasa, atau  klausa). Contohnya: both…and;  not only…but also; either…or; neither…nor.
 Arti dan contoh dalam kalimat:
a.    Both…and yang beramakna ‘keduanya’
Contoh: Both Muh. Syihab and Muh. Hasan basri are the members of New Generation Club.
Dua subjek yang dihubungkan oleh ‘both…and’ adalah berbentuk jamak.
b.   Not only…but also yang bermakna ‘tidak hanya…tapi juga’
Contoh:
·      Not only my sister but also my brother is in Makassar.
·      Not only my sister but also my brothers are in Makassar.
Ketika ada dua subjek yang dihubungkan oleh not only…but also, either…or, or neither…nor’ maka subject yang lebih dekat dengan kata kerja yang akan menentukan apakah kata kerjanya berbentuk tunggal atau jamak.
c.    Either…or yang bermakana ‘baik…atau/juga’
Contoh:
·      Either my sister or my brother is in Makassar.
·      Either my sister or my brothers are in Makssar.
d.   Neither…nor yang bermakna ‘baik…maupun…tidak’
Contoh:
·      Neither my sister nor my brother is in Makassar.
·      Neither my sister nor my brothers are in Makssar.
3.   Subordinating conjunction
Subordinating conjuctions, juga disebut ‘subordinators’, merupakan kata penghubung yang memperkenalkan sebuah kalimat. Kata penghubung ‘subordinating’ digunakan dalam adverb clause yang mana tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya kalimat yang menggandengnya. Contoh kata penghubung ‘subordinating’ yaitu sebagai berikut.
Time: after, before, when, while, as, as soon as, since, until, by the time, once, whenever, every time etc.
Cause and effect: because, now that, since etc.
Contrast: even though, although, though etc.
Direct contrast: while, whereas etc.
Condition: if, unless, only if, whether or not, even if, in case, in the even that etc.
Contoh dalam bentuk kalimat:
·      Because he was sleepy, he went to bed. [memakai koma]
·      He went to bed because he was sleepy. [tanpa koma]
·      Now that the semester is over, I’m going to go to my hometown. [memakai koma]
·      Since it’s raining, I can’t go to campuss. [memakai koma]
‘Since’ berarti ‘karena’, dan ‘now that’ berarti ‘karena sekarang.’

Selasa, 30 April 2013

CONJUNCTIONS


KONJUNGSI (Tata Bahasa)

Dalam tata bahasa, konjungsi (disingkat conj atau CNJ) merupakan bagian dari pidato yang menghubungkan dua kata, kalimat, frase, atau klausa bersama-sama. Sebuah ikat wacana adalah hubungannya bergabung kalimat. Definisi ini mungkin tumpang tindih dengan bagian lain dari pidatonya, jadi apa yang merupakan "bersama" harus didefinisikan untuk setiap bahasa. Secara umum, konjungsi merupakan partikel gramatikal tidak berubah-ubah, dan mungkin atau mungkin tidak berdiri di antara barang-barang conjoins itu.
Definisi ini juga dapat diperluas dengan frase idiomatik yang berperilaku sebagai unit dengan satu kata yang sama bersama (serta, asalkan, dll).
Banyak siswa diajarkan bahwa konjungsi tertentu (seperti "dan", "tapi", "karena", dan "begitu") seharusnya tidak memulai kalimat, meskipun pihak berwenang seperti negara Chicago Manual of Style bahwa ajaran ini memiliki "tidak bersejarah atau gramatikal dasar ".

A simple literary example of a conjunction: "the truth of nature, and the power of giving interest" (Samuel Taylor Coleridge's Biographia Literaria)


1.     Koordinasi konjungsi
juga disebut koordinator, adalah konjungsi yang menggabungkan dua atau lebih item (seperti kata-kata, klausa utama, atau kalimat) sebesar sintaksis penting. Dalam bahasa Inggris, fanboys singkatan mnemonik dapat digunakan untuk mengingat koordinator untuk, dan, atau, tetapi, atau, belum, dan sebagainya . Ini bukan hanya konjungsi koordinasi, yang lainnya digunakan, termasuk "dan juga" , "tapi juga", "atau juga", "tidak" ("Mereka tidak berjudi, mereka juga tidak merokok"), "tidak ada lagi" ("Mereka tidak berjudi, tidak ada lagi yang mereka merokok "), dan" hanya "(" Aku akan pergi, hanya saja aku tidak punya waktu ").

Here are some examples of coordinating conjunctions in English and what they do:
for
presents a reason ("He is gambling with his health, for he has been smoking far too long.").
and
presents non-contrasting item(s) or idea(s) ("They gamble, and they smoke.").
nor
presents a non-contrasting negative idea ("They do not gamble nor do they smoke.").
but
presents a contrast or exception ("They gamble, but they don't smoke.").
or
presents an alternative item or idea ("Every day they gamble or they smoke.").
yet
presents a contrast or exception ("They gamble, yet they don't smoke.").
so
presents a consequence ("He gambled well last night so he smoked a cigar to celebrate.")


2.     konjungsi korelatif

Konjungsi korelatif bekerja berpasangan untuk bergabung kata dan kelompok kata dari bobot yang sama dalam kalimat. Ada enam pasangan yang berbeda konjungsi korelatif:
baik ... atau
tidak hanya ... tapi (juga)
tidak ... tidak (atau semakin tidak ... atau)
baik ... dan
apakah ... atau
seperti ... jadi

Examples:
You either do your work or prepare for a trip to the office.
Not only is he handsome, but he is also brilliant.
Neither the basketball team nor the football team is doing well.
Both the cross country team and the swimming team are doing well.
Whether you stay or you go, it's your decision.
Just as many Australians love cricket, so many Canadians love ice hockey.


3.     Mensubordinasi konjungsi

Mensubordinasi konjungsi, juga disebut subordinators, adalah konjungsi yang menggabungkan klausa independen dan klausa dependen. Kata sambung mensubordinasi paling umum dalam bahasa Inggris termasuk setelah, meskipun, seperti, sejauh, seolah-olah, selama, secepat, seolah-olah, karena, sebelumnya, jika, agar, karena, sehingga, sehingga , dibandingkan, meskipun, kecuali, sampai, kapan, kapan, di mana, dimana, di mana pun, dan sementara. Complementizers dapat dianggap sebagai konjungsi subordinatif khusus yang memperkenalkan klausa komplemen (misalnya, "Aku bertanya-tanya apakah dia akan terlambat. Saya berharap bahwa dia akan tepat waktu"). Beberapa konjungsi subordinatif (sampai dan sementara), bila digunakan untuk memperkenalkan frase bukannya klausa penuh, menjadi preposisi dengan makna identik.
Dalam banyak bahasa verba final, klausa bawahan harus mendahului klausa utama di mana mereka bergantung. Para setara dengan konjungsi subordinatif bahasa non-verba-akhir seperti bahasa Inggris yang baik konjungsi klausa final (misalnya, dalam bahasa Jepang), atau sufiks yang melekat pada kata kerja dan bukan kata-kata yang terpisah
Bahasa seperti pada kenyataannya sering kekurangan konjungsi sebagai bagian dari pidato karena:
bentuk kata kerja yang digunakan secara resmi nominalised dan tidak dapat terjadi dalam klausul independen konjungsi klausa final atau akhiran yang melekat pada kata kerja sebenarnya secara formal penanda kasus dan juga digunakan pada kata benda untuk menunjukkan fungsi tertentu. Dalam pengertian ini, anak kalimat bahasa ini memiliki banyak kesamaan dengan frase postpositional.
Dalam bahasa Jermanik Barat lainnya seperti Jerman atau Belanda, urutan kata setelah hubungannya mensubordinasikan berbeda dari yang ada di klausul independen, misalnya, dalam bahasa Belanda inginkan adalah mengkoordinasikan, tapi omdat (karena) yang mensubordinasi. Klausa setelah hubungannya koordinasi memiliki urutan kata yang normal, tetapi klausul setelah hubungannya subordinatif memiliki urutan kata verba final.

Compare:
Hij gaat naar huis, want hij is ziek. ("He goes home, for he is ill.")
Hij gaat naar huis, omdat hij ziek is. ("He goes home because he is ill.")
Similarly, in German, "denn" (for) is coordinating, but "weil" (because) is subordinating:
Er geht nach Hause, denn er ist krank. ("He goes home, for he is ill.")
Er geht nach Hause, weil er krank ist. ("He goes home because he is ill.")